Mudik Gratis 2013


Mudik Gratis sabtu,3 Agustus 2013 di Museum Purna Bhakti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah memang tidak hilang daya magnetnya. Tiap tahun peminatnya selalu bertambah. Padahal Bus yang di sediakan oleh Pemprov, Pemkab dan sponshor masih sama dengan tahun lalu 190 Bus. Atau kurang lebih 1.0260 jiwa yang akan ikut menikmati mudik gratis.
Tapi memang itulah mudik gratis walaupun sudah di beritahu bahwa yang boleh mudik KTP daerah asal, tapi banyak juga KTP DKI yang mau mendaftar padahal sudah di tolak.
Mereka datang lagi dan berusaha meyakinkan dengan berbagai cara supaya mendapat tiket mudik. Padahal banyak juga yang KTP DKI lebih miskin daripada yang ber KTP Daerah, tapi itulah prosedur yang harus kita patuhi dari Pemprov maupun Pemkab. Seksinya mudik memang seperti magnet, banyak yang datang walau tidak di undang. Banyak yang vakum alias tidak aktif di Paguyuban tapi ketika Mudik Gratis Tiba, mereka datang dari berbagai arah, untuk mendapat tiket.” Ya memang masyarakat kita tergolong pasif,tinggal bagaimana kita memahami mereka ” ujar Sekjend Paguyuban Demak
Pada mudik kali ini kesannya berbeda dengan tahun lalu, karena kepanitiaan pada mudik 2013 ini mayoritas generasi muda yang belum pernah terlibat dengan proses kebijakan, baik dengan Pemprov maupun sponshorsip, tapi mereka sudah pengalaman dan profesional di bidangnya. Jadi hanya butuh penyesuaian. Sponshorpun dapat 15 baik dari company maupun Bank. Apalagi Ketua Bidang sponshorsip adalah dari Paguyuban Demak, yaitu Sekjendnya Agus hidayanto. Secara tidak langsung menaikkan gengsi Paguyuban Demak di jajaran elit Paguyuban Jawa Tengah.

PARAMODE

 

Peserta dari PARAMODE hampir sama dengan tahun-tahun lalu, hampir satu Bus, tapi nuansanya kelihatan Moro banget. Karena ada sekitar 20 nelayan yang ikut Mudik Gratis. Mereka adalah Anak buah kapal Morodemak yang mencari peruntungan di Banten. Para nelayan ini cukup terhibur dan terbantu dengan adanya mudik geratis ini. Ini adalah kali pertama mereka ikut.
Namun karakter nelayan memang tidak akan hilang dalam waktu sekejab, walaupun berusaha beradaptasi tapi bahasa kasar khas nelayan Morodemak tetap mencolok sepanjang perjalanan dari jakarta hingga ke Demak. Yang belum tahu logat mereka mungkin terasa aneh. Tapi itulah Nelayan Jiwa  orang Morodemak, kelihatan kasar tapi tinggi setia kawannya.




Bersama Team Indosat sponshor utama Mudik Geratis. pihak Indosat menyediakan 11.000 kartu perdana plus Voucher Rp.10.000, T-Shirt, Dorprize untuk Game di panggung Utama serta uang operasional.





kesibukan anggota PARAMODE pada persiapan mudik, terlihat ketua panitia Halal Bi Halal PARAMODE Khoiruddin Asyk lagi berbenah. mengatur par pemudik.












Registrasi Para pemudik di Bank Jateng dan Company untuk mendapatkan paket lebaran.
WhatsApp Me Berikan masukan untuk konten yang lebih menarik dan berkualitas. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts