Wisata Morodemak

Wisata Morodemak

Morodemak adalah daerah di sebelah barat kota demak kira 15 Km dari alun-alun kota demak, atau 30 menit naik motor, bisa jadi 1 hingga 1,5 jam naik mobil. Karena jalan kearah sana memang sangat rusak pasca musim  hujan.  Tapi akan kebayar bila sampai morodemak pantai  yang Indah, Hutan Bakau yang eksotik sampai Kuliner yang sangat lezat dan gurih ala pesisiran.
Pantai Morodemak 
Sebelum ke pantai kita akan di suguhi pemandangan ribuan perahu berjejer di sungai Tuntang, Ratusan kapal yang tertambat di dermaga hingga kawasan yang panas menyengat siap menyambut anda. Jangan menyerah dulu kalo hanya terik panas matahari. Kalau anda pakai mobil parkir dulu di TPI lalu telusuri kawasan TPI sampai puas, jangan pergi dulu sebelum dapat oleh oleh  Ikan  basah atau Ikan Asin Khas Morodemak, selain enak juga murah. Kenapa Ikan di morodemak lebih lezat dari daerah lain…? Karena Nelayan tidak lama melaut, pergi pagi pulang sore, atau pergi sore pulang pagi. Ikan di jamin seger dan masih fres. Kalau mau coba kelezatanya masak aja tidak pakai apa-apa, cukup pakai air dan garam sedikit, rasanya sudah lezat. Apalagi kalau pakai bumbu wah tentuk mak nyus.
Kalau anda pakai motor, anda bisa menelusuri kampung nelayan di selatan nyebrang pakai perahu bayar Rp.1.000 anda akan memasuki wilayah Morodemak di sana banyak sekali spot pemancingan, tiada batas dan gratis mau di tambak, sungai atau di hutan bakau. Semuanya enak tinggal selera anda. Dan semuanya ada kekhasan masing-masing, kalau di tambak favoritnya Ikan mujair, Bloso dan banyak ikan khas tambak lainnya. Kalau mancing di sungai tuntang  favoritnya ikan keting, kedukan (patin besar Ikan asin) dan lain sebagainya, kalau mancing di sisi Hutan bakau favoritnya ikan kakap, sembilang dan Ikan Khas hutan bakau lainnya.
Pantai Morodemak membentang cukup luas, kalau di pesisir lain kena abrasi di pantai morodemak justru daratannya bertambah, karena pengaruh sedimentasi sungai  Tuntang. Jangan heran kalau di sana sering kita temukan pasir gumuk, yaitu pasir yang terbentuk dari aktifitas ombak hingga membentuk daratan baru. Di pesisir ini anda akan di manjakan oleh pemandangan yang indah, anda akan melihat aktifitas nelayan mencari Ikan dan bila senja tiba anda  akan melihat sunset, indah bukan…? Tapi jangan heran kalau sampah laut selalu menggangu pemandangan anda, karena di sini tidak ada petugas seperti di pantai Kuta Bali.
Kalau anda masih belum puas anda bisa menyewa perahu nelayan dengan harga murah, anda akan mengelilingi pantai dan akan melihat aktifitas nelayan dari jarak yang sangat dekat. Kita juga bisa merapat ke bagan-bagan nelayan yang tersebar di sepanjang pantai kalau beruntung kita akan mendapatkan Ikan dari Bagan yang di tinggalkan nelayan.  Tapi nanti dulu, kalau anda punya kenalan orang Morodemak anda tidak akan di kenakan sewa kapal, anda hanya keluar kopi dan rokok untuk Jurumudi sudah pasti anda akan mendapat service yang lebih mantap.

Hutan Bakau

                Ada satu keunikan di daerah ini yaitu, Hutan Bakau yang tumbuh di sepanjang sungai lebengan, sungai lebengan ini membentang total kurang lebih 5 Km. Hutan yang sudah ada ratusan tahun lalu ini belum pernah di rehabilitasi. Menurut orang tua  morodemak keadaannya sama dengan ratusan tahun lalu,tidak banyak berubah.
                Hutan ini ternyata menyimpan begitu banyak hewan endemik  asli Morodemak, seperti Ikan Pelik Merah , Ikan Pelik putih, Ikan pelik warna warni seperti (Ikan Kakap), Biawak, Burung dan lain sebagainya.
                Hutan ini ibarat amazonnya Demak, dimana nuansa petualangannya begitu terasa ketika memasuki areal hutan bakau ini. Di sini banyak burung migrasi dari pulau lain yang ingin pindah ke daerah yang lebih lembab. Hutan di sungai lebengan juga menjadi tempat favorit bagi burung-burung pengelana tersebut. Tempat transit biasanya memiliki hutan yang mencukupi kebutuhan makan bagi kawanan burung.  Di situlah rahasianya burung pengelana tersebut memilih transitnya di hutan bakau morodemak. 
               
Dulu orang datang ke morodemak hanya membawa pancing, tapi sekarang banyak yang datang dengan senapan angin. Begitu musim migrasi burung datang  para pemburu akan memanen hasil buruannya, Sehari bisa mencapai 200 ekor. Aduh jadi takut deh burung-burung itu datang ke hutan bakau Morodemak.  Susahnya pengawasan menjadikan hutan bakau dan pesisir menjadi sasaran empuk bagi para pemburu liar. Sekuat apapun kearifan  local menjaga hutan akan sia-sia kalau stok holdernya tidak mau turun tangan.
                Harapan masyarakat sangat besar untuk pelestarian hutan bakau ini, pada saatnya nanti orang berharap akan ada konservasi hewan endemic Morodemak dan menjadi Ikon Kabupaten Demak. Kalau di Kota ada museum Kesultanan Demak mudah-mudahan di pesisir ada museum bahari yang pernah menjadi kekeuatan penting bagi perkembangan maritim Kesultanan Demak.
               
 Kuliner

                Kuliner Morodemak memang beda dengan daerah di Kabupaten demak  pada umumnya, karena bahan baku di morodemak juga berbeda. Di morodemak Jarang sekali masak pakai sayuran karena Ikan di sini lebih banyak daripada Sayur. Untuk itu masakan di sini sesuai dengan karakter hasil laut dan hasil Buminya. Kuliner di sini sekitar 95% mengandalkan hasil laut. Pindang, Pepes, Tumis, pecak dan lain-lain 95% pakai bahan dasar Ikan. Sampai sekian tahun pola masaknyapun berkembang, inovasinyapun bermacam-macam, tidak salah kalau setiap lomba kuliner pasti ada yang baru dan selalu mencuri perhatian juri.
                Ada satu lagi Rujak Kahs Morodemak namanya rujak kecap, rujak ini mirip dengan Rujak Bali baik rasanya maupun adonannya kalau di morodemak hanya pakai satu buah, misal rujak Getas hanya satu buah yaitu mangga muda, kedondong, bengkuang dan lain sebagainya. Tetapi kalau di bali selalu di mix pakai yang lain. Bias tiga buah sampai lima buah. Tetapi rasanya tidak akan anda temuai di tempat lain. Hanya ada di Morodemak. Anda pensasaran datang saja ke daerah kami.  
WhatsApp Me Berikan masukan untuk konten yang lebih menarik dan berkualitas. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts