Yayasan Al-Hidayat Gerning Tegineneng Pesawaran

A. Sejarah
Yayasan Pondok Pesantren Al-Hidayat didirikan pada tahun 1980 oleh KH. Ahmad Abrori Akwan di Desa Gerning Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung. Awalnya hanya sebuah Pondok Pesantren yang ditandai dengan dua unit bangunan yang dipergunakan sebagai ruang kelas dan aula. Seiring dengan bertambahnya jumlah santri yang berasal dari daerah yang jauh dari Desa Gerning, maka pada tahun 1986 di bangun lagi satu unit asrama putri dengan tiga buah kamar. Pada tahun-tahun berikutnya, pembangunan Pondok Pesantren Al-Hidayat terus dilakukan sebagai langkah konkrit dalam memenuhi kebutuhan pendidikan pondok pesantren yang semakin maju dan komplek, sehingga diperlukan sarana dan prasarana yang mampu mendukung proses pendidikan di Pondok Pesantren Al-Hidayat. Sampai tahun 2008, Yayasan Pondok Pesantren Al-Hidayat telah memiliki 12 unit bangunan dengan fungsi yang beragam, yaitu, asrama putri, asrama putra, aula, ruang belajar, musholla, MCK, kantor, ruang usaha, perumahan guru, perpustakaan dan laboratorium computer. Dan sekarang ini, yaitu pada tahun 2010 Pondok Pesantren Al-Hidayat mencoba mengembangkan sayapnya dengan mendirikan Madrasah Aliyah (MA) formal yang bangunannya direncanakan akan di bangun di dalam lokasi Pondok Pesantren. Selain itu Pondok Pesantren Al-Hidayat juga mendirikan cabang, yaitu, Pesantren Tahfidz Hidataul Qur’an khusus anak-anak dari usia 6 – 12 tahun yang lokasinya sekitar 500 meter dari Pondok Pesantren Induk.

B. Latar Belakang
Berdirinya Yayasan Pondok Pesantren Al-Hidayat di latar belakangi oleh adanya keinginan KH. Ahmad Abrori Akwan (pendiri) bersama masyarakat Desa Gerning dan sekitarnya untuk mengajarkan pendidikan agama bagi anak-anak dan tempat pengkajian ilmu agama bagi seluruh masyarakat, serta adanya keprihatinan akan akhlaq dan moral generasi muda yang semakin luntur dan hanyut dalam arus globalisasi.

C. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan didirikannya Yayasan Pondok Pesantren Al-Hidayat diantaranya adalah :
  1. Menjadikan agama sebagai prioritas utama layanan pendidikan
  2. Ikut andil dalam mencerdaskan bangsa
  3. Ikut andil dalam membentuk Insan yang al-Qur’ani, beriman, bertaqwa, berakhlaqul karimah, berilmu, dan beramal sholeh serta mampu bersaing dalam era globalisasi.
  4. Ikut andil dalam usaha mencetak tokoh dan pemimpin umat masa depan
D. Unit Pendidikan
a.     Tahassus
-  Tahfidzul Qur’an (menghafal al-Qur’an 30 Juz) untuk anak-anak, remaja dan dewasa
-  Pengajian Kitab-kitab salaf (kitab kuning) dengan metode bandongan dan sorogan.

b.      Formal
-    Wajar DIKDAS 9 tahun tingkat wustho (setingkat SMP)
-    Madrasah Aliyah (setingkat SMA)

c.       Non Formal
-    TPQ (Tempat Pendidikan al-Qur’an)
-    Ibtida’iyyah Salafiyah
-    Tsanawiyyah Salafiyyah
-    Aliyah Salafiyyah
WhatsApp Me Berikan masukan untuk konten yang lebih menarik dan berkualitas. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts