Atasi Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini seolah momok bagi kaum pria. Bukan hanya mengacaukan keharmonisan hubungan seksual, tapi juga bisa memicu keretakan rumah tangga. Seperti dikutip dari laman Daily Mail, masalah ejakulasi dini seringkali dikaitkan dengan faktor psikologis. Padahal, berdasar temuan terbaru, gangguan seksual itu bisa juga akibat faktor genetik, yang bisa menular dari generasi ke generasi. Penelitian itu mengungkap, pria yang mengalami ejakulasi begitu cepat, mayoritas memiliki kelainan genetik. Mereka membawa gen cacat yang mengontrol pelepasan dopamin, senyawa neurotransmitter yang berperan penting untuk menerjemahkan hasrat seksual. Sayangnya obat instan untuk mengatasi ejakulasi dini setidaknya sampai sekarang ini belum ada. Untuk itu perhatikan empat cara yang setidaknya bisa dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini.
  1. Penekanan. Salah satu strategi teknis untuk menunda terjadinya klimaks adalah dengan menekan batang penis tepat sebelum ejakulasi. "Ini menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman dan mencegah ejakulasi terjadi," kata Irwin Goldstein, MD, direktur San Diego Sexual Medicine dan editor Journal of Sexual Medicine. Namun tidak semua dokter setuju terhadap teknik ini. Teknik penekanan tidak direkomendasikan oleh Ira Sharlip, MD, juru bicara American Urological Association dan profesor klinis urologi di University of California, San Francisco, karena menurutnya sulit dilakukan.
  2. Kekacauan suasana hati. Beberapa orang mengatakan bahwa suasana hati yang kacau bisa membantu menunda ejakulasi. Caranya adalah dengan memikirkan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pasangan bercinta, tetapi bukan sesuatu yang berbau seksual. Beberapa pria misalnya membayangkan sebuah pertandingan sepakbola atau memikirkan teka-teki matematika.
  3. Krim obat kesemutan. Krim untuk menyembuhkan kesemutan mengandung lidocaine yang bisa mengurangi sensitivitas. Namun, pemakaiannya tidak diizinkan oleh Asosiasi Obat dan Makanan. Atau cobalah lubrikan dengan formula yang efektif memperpanjang waktu dalam hubungan seksual. Namun perlu diperhatikan untuk tetap memakai kondom agar efek krim atau lubrikan tidak mengenai pasangan.
  4. Pil. Beberapa pil dirancang untuk menyembuhkan penyakit lain ternyata juga efektif untuk mengobati ejakulasi dini. Contohnya, obat anti-depresi yang bisa menunda klimaks karena meningkatkan kadar serotonin yang berperan dalam kegiatan seksual. Namun bagi pria yang minum pil itu tiap hari, malah akan membuat dia mengalami kesulitan ejakulasi. Dan, pil itu tidak bekerja jika diminum sesaat sebelum melakukan hubungan seksual. Pil anti-depresi yang diminum untuk menunda ejakulasi juga punya efek negatif, yaitu berisiko mengurangi libido, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum minum pil tersebut.
Obat pengurang rasa sakit seperti tramadol juga bisa menunda klimaks. Minumlah sesaat sebelum bercinta dan efeknya di kepala dapat memperpanjang ejakulasi. Namun tetap saja obat penghilang rasa sakit memiliki kelemahan, seperti kelelahan, sakit kepala, muntah, berkeringat, dan sebagainya. Selain itu, obat semacam itu juga bersifat adiktif. • VIVAnews
WhatsApp Me Berikan masukan untuk konten yang lebih menarik dan berkualitas. Terima kasih.
Newer Posts Newer Posts Older Posts Older Posts

More posts